Rasulullah s.a.w. Bersabda yang bermaksud: “Tidak akan dikurangi harta dengan sebab bersedekah, Allah tidak menambah keampunan seseorang hamba melainkan seseorang itu ditambahkan dengan kemuliaan. Tidaklah seseorang itu merendah diri kerana mengharapkan keredhaan Allah melainkan akan diangkatkan darjatnya.” H.R. Muslim.
Saya tidak tahu rasa apa yang sedang mengisi ruang hati anda, yang saya tahu setiap kita ingin merasakan kebahagiaan. Untuk itu kita hidup dan berjuang. Dan disadari ataupun tidak masing-masing kita punya pendapat dan standard sendiri tentang kebahagiaan. Adanya aneka pendapat dan beragam kriteria seperti ini hendak menjelaskan dan mempertegas bahwa semua kita ingin bahagia dan kebahagiaan memang diperuntukkan bagi kita semua, hanya saja tidak semua kita dapat merasakannya dengan alasan yang berbeda pula. Lebih dari itu, kenyataan menunjukkan bahwa kita sendiripun sulit mendefinisikan apa sebenarnya kebahagiaan itu. Kebahagiaan hanya bisa dirasakan karena kebahagiaan adalah soal rasa, masalah hati dan mental kita bukan soal materi sehingga kita tidak dapat mengukur kebahagiaan dengan materi yang kita miliki, banyaknya materi yang dimiliki bukanlah jaminan kebahagiaan. Materi hanyalah satu faktor dari seribu satu faktor yang membentuk pelangi kebahagiaan. Apa artinya mengumpulkan seluruh dunia tetapi kita kehilangan segala. Kebahagiaan bukan sekedar memetik bunga tetapi bagaimana memetik sehingga kuntum itu tak layu segera setelah tiba di tangan karena tersedot radiasi tangan si pemetik.
Setiap kita menghendaki hidup bahagia tetapi tidak semua kita mengerti apa itu kebahagiaan. Kebahagiaan tidak bergantung dari materi yang kita miliki tetapi sikap batin dalam menghadapi kenyataan. Ada delapan cermin yang dapat kita gunakan untuk menata diri meraih kebahagiaan; bersikap miskin, punya rasa prihatin, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, suka damai dan berani berkorban demi kebenaran. Tidak mudah memang menjalankan semuanya ini tetapi sebagai orang ber-iman kita semua dipanggil untuk menghidupinya. kebahagiaan bukan sekali jadi tetapi sesuatu yang mesti diperjuangan dalam proses. Sanggupkah anda berdiri di hadapan cermin-cermin ini? Kesanggupan anda adalah kunci menjadikan diri anda orang yang bahagia.
“Kebahagiaan tidak ditentukan oleh ada tidaknya materi tetapi bergantung dari sikap hati kita menghadapi setiap kenyataan hidup ini”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar